banner 728x250

Praktik Curang Bongkar Muat Kedelai di Jambu & Bawen Terkuak, Warga Minta Penegak Hukum Bertindak

banner 120x600
banner 468x60

Ambarawa|Ontosenonews.com-Dugaan praktik pengurangan muatan komoditas pangan jenis kacang kedelai di wilayah Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, mulai menjadi sorotan publik. Aktivitas sejumlah truk yang keluar masuk area parkir dengan membawa muatan kedelai memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi dan tata kelola distribusi bahan pangan, Rabu (4/11/2026).

​Informasi yang berkembang di tengah masyarakat bukan sekadar persoalan aktivitas bongkar muat biasa. Warga mempertanyakan adanya dugaan pengurangan jumlah muatan di lokasi tertentu yang, apabila terbukti, berpotensi merugikan pihak-pihak dalam rantai perdagangan, khususnya para pelaku usaha kecil.

banner 325x300

​Menindaklanjuti informasi tersebut, tim jurnalis melakukan penelusuran di sepanjang Jalan Jambu, tepatnya di salah satu area parkir kendaraan truk yang diduga menjadi lokasi aktivitas bongkar muat kacang kedelai.

​Berdasarkan keterangan seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, diduga terdapat pola pemindahan sebagian muatan kedelai dari kendaraan yang masuk ke area tersebut. Aktivitas itu disebut berlangsung di balik penutup terpal berwarna biru yang telah disiapkan di lokasi. Narasumber tersebut mengungkapkan bahwa dugaan pengurangan muatan mencapai kurang lebih satu kilogram untuk setiap karung kedelai.

 

​”Yang menjadi pertanyaan, mengapa aktivitas bongkar muat tersebut harus dilakukan di area yang tertutup terpal? Menurut informasi yang saya ketahui, ada dugaan pengurangan muatan sekitar satu kilogram dari setiap karung. Ini perlu diperiksa secara serius, jangan sampai ada pihak yang dirugikan tanpa mengetahui ke mana selisih barang tersebut dialihkan,” ungkap narasumber.Cari Referensi

​Lebih lanjut, narasumber berharap aparat penegak hukum tidak hanya menerima informasi tersebut sebagai keluhan masyarakat, tetapi juga melakukan pemeriksaan langsung di lapangan.

​”Kalau memang tidak ada persoalan, tentu semuanya bisa dijelaskan secara terbuka. Tetapi apabila benar ada pengurangan muatan, harus diketahui siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana praktik tersebut bisa berlangsung. Jangan sampai kegiatan yang berpotensi merugikan orang lain terus berjalan tanpa kejelasan,” tambahnya.

​Jika dugaan tersebut benar dan berlangsung secara berulang dalam jumlah karung yang besar, potensi kerugian tentu tidak bisa dipandang sebelah mata. Selisih berat yang terlihat kecil pada satu karung dapat terakumulasi menjadi jumlah yang signifikan apabila melibatkan ratusan hingga ribuan karung. Pertanyaan mendasarnya adalah ke mana muatan yang diduga berkurang tersebut dialihkan, siapa yang mengetahui aktivitas itu, dan apakah ada pihak lain yang turut mengambil keuntungan?

(Tim)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *