Bawen|Ontosenonews.com-Pedagang di Terminal Bawen Kabupaten Semarang melakukan aksi tutup kios serentak pada Rabu (13/5/2026) pukul 10.00 WIB. Penutupan kios tersebut dilakukan setelah pemutaran lagu Indonesia Raya di lingkungan terminal.
Penutupan kios secara serentak tersebut sebagai bentuk protes para pedagang dan agen tiket karena pengelola Terminal Bawen menutup akses pintu utama yang berada di jalan arah Bawen-Ambarawa.Penutupan dilakukan pengelola terminal sejak Senin (11/5/2026).
Koordinator Perkumpulan Pekerja Terminal Bawen (PPTB) Kabupaten Semarang Titi Jumiati mengatakan, warga terminal yang terdiri dari pedagang makanan dan agen tiket bus, resah dengan keputusan pengelola terminal. “Karena dengan ditutupnya akses utama tersebut, penumpang tidak masuk terminal. Bus juga menaikturunkan penumpang di pinggir jalan,” ujarnya. “Kondisi terminal yang sudah sepi, sekarang dengan penutupan akses menjadikan semakin sepi. Otomatis pendapatan semakin menurun,” kata Titi.
Dia menyatakan bahwa aksi tutup kios tersebut bukan demonstrasi, tapi bentuk solidaritas antar warga terminal. “Kami hanya mempertanyakan keputusan tersebut, minta kejelasan. Karena terus terang kami tidak menerima sosialisasi, tahu-tahu akses ditutup sehingga warga terminal menjadi bingung,” kata Titi.
“Kami berjualan di terminal ini menyewa kios, sehingga punya hak untuk bertanya. Kalau ingin terminal ramai, ayo diajak ngobrol, bukan malah kami terus ditekan dengan penutupan akses ke terminal,” ujarnya.
Titi mengatakan, dari ratusan kios di Terminal Bawen, hanya ada 50 pedagang yang masih bertahan. “Pedagang di Gedung B ini paling terdampak karena tidak dilewati bus, kalau yang Gedung A masih ada lalu lalang karena bisa masuk melalui akses jalan arah Bawen-Salatiga,” kata dia.
Sementara agen tiket, Setyanto mengatakan tidak pernah ada sosialisasi terkait penutupan akses utama Terminal Bawen. “Karena itu, rekan-rekan berniat menanyakan terkait keputusan tersebut,” ujarnya.
Penutupan ini menjadi keluhan bersama antara sopir, penjual di warung, agen, termasuk juga konsumen atau penumpang. Terus terang keputusan tersebut menjadikan kami prihatin,” kata dia.
Setyanto mengatakan, selain menjadikan terminal sepi, penutupan akses menjadikan situasi berbahaya. Karena bus harus memutar terlebih dulu ke jalur Bawen-Salatiga, melewati pertigaan Bawen.
Selain menjadi tambah rawan kecelakaan, itu juga menambah potensi kemacetan. Pada situasi normal saja pertigaan menjadi sumber kemacetan, apalagi dengan penutupan akses, akan ada penumpukan kendaraan,” ujarnya.
Kepala Terminal A Bawen, Imron menyampaikan, penutupan akses tersebut masih bersifat uji coba. “Uji coba dilakukan selama satu minggu, nanti Senin depan sudah dibuka kembali,” ujarnya.
“Penutupan karena ada program dari pusat terkait rencana pembangunan Gedung B Terminal Bawen. Karena itu perlu ada kajian terkait keselamatan, termasuk dampak negatif yang timbul,” kata Imron.
Imron mengatakan, hasil evaluasi dan kajian penutupan akses tersebut, selanjutnya akan dilaporkan. “Uji coba dilakukan minggu ini karena ada long weekend, libur panjang. Bagaimana dampak kemacetannya, kendalanya apa saja, nanti dilaporkan,” ujarnya.
“Ini ada misskomunikasi, kami sudah melakukan sosialisasi juga ke bus yang setiap hari masuk terminal. Fokus kami adalah keamanan dan keselamatan, termasuk mobil pribadi di area terminal dan bus yang masuk,” kata Imron.
(Haryo)


















